Candela

    62
    0

    Candela Cigar Wrappers.

    Dijaman sekarang, tidak banyak penikmat cerutu yang akrab dengan Candela wrapper. Tidak heran, soalnya daun tembakau hijau yang dipakai sebagai dekblad cerutu buatan tangan itu langka. Popularitasnya menurun pada 1980-an setelah masa-masa Candelas menguasai dunia cerutu buatan tangan di Amerika Serikat.
    Bagaimana dekblad Candela dibuat, mengapa bisa populer, dan apa nasibnya sekarang?

    Asal Muasal
    Seperti yang lainnya, kisah wrapper Candela dimulai di Kuba. Suatu saat di tahun 1940-an, entah kebetulan atau memang direncanakan, bahwa pengeringan singkat pada suhu yang sangat tinggi akan mengeringkan tembakau tanpa mengubah warna hijaunya yang indah. Kemudian, tahap rehidrasi dengan membuka ventilasi gudang semalaman sampai pagi akan membuat daun tersebut halus. Memenuhi syarat untuk wrapper. Penggunaan Candela dekblad menghasilkan cerutu yang manis dan lembut dengan warna zamrud.
    Fakta, hampir semua jenis tembakau dapat diubah menjadi Candela, yang berarti budidaya dapat dilakukan sepanjang tahun tidak tergantung iklim, dan kenyataan bahwa daun dapat siap digulung dalam waktu tiga hari sejak panen menjadikan Candela favorit petani dan produsen cerutu.

    Cepat Populer
    Perokok cerutu dipertengahan abad ke-20 masih sedikit. Candela sangat populer di Amerika Serikat sehingga pada tahun 1950-an hampir 90% cerutu yang dijual adalah Candela.
    Sebagaimana seharusnya dalam hal cerutu, yang penting adalah rasa. Karakteristik Candela memberikan rasa yang sangat halus dan menyenangkan dan apabila diselaraskan dengan resep filler dan binder maka tidak mengherankan apabila dapat menghasilkan cerutu yang dapat dinikmati harian, baik besar atau kecil, buatan tangan atau mesin, mahal ataupun murah.
    Embargo Kuba tahun 1962 merupakan pukulan maut bagi penikmat cerutu Kuba di Amerika Serikat, dan wrapper Candela adalah korban terparah. John F. Kennedy menyimpan 1200 cerutu Petite Upmann tepat sebelum menandatangani embargo. Tidak banyak yang sadar bahwa bahwa cerutu ini adalah double claros, alias Candela. Untuk penggemar fanatik lainnya, menemukan green vitola hijau yang tersisa adalah perlombaan dan ketika berhasil langsung disimpan ke dalam humidor pribadi di seluruh Amerika Serikat, bahkan ada yang masih disimpan sampai hari ini.
    Produsen cerutu yang kabur dan memulai di Honduras dan Republik Dominika tidak dapat meniru profil rasa tropis dari Candela asli. Berkurangnya pasokan membuat Candela dengan cepat kehilangan pemuja. Rasa dan karakter cerutu-cerutu non-Kuba lainnya semakin menggoda mendorong Candela ke ambang kepunahan.

    Candela hari ini. Selama puluhan tahun setelah Embargo, sebagian besar Candela yang dtersisa dapat ditemukan pada cerutu murah yang masih agak mirip dengan Candela buatan tangan pada masa jayanya. Namun tidak banyak terlihat karena banyaknya merek cerutu premium baru pada akhir 1990-an dan awal 2000-an. Masih ada beberapa produsen anti mainstream yang kadang-kadang beralih ke Candela, diproduksi terbatas. Beberapa cerutu Candela hari ini bahkan tidak lagi memiliki karakter halus seperti nenek moyangnya.